Latest News
Minggu, 15 Maret 2015

Inilah Kitab Ajaib Yang Mudah Dipahami Tapi Tidak Bisa Ditiru

 Kitab Ajaib

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Kita awali artikel ini dengan mengutip informasi Alquran (Tafsir Rahmat oleh H.Oemar Bakry). QS Al-Isra’ (17): 88: Katakanlah,”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat seperti Alquran ini, pasti mereka tidak akan bisa membuat yang serupanya, sekalipun mereka bergotong-royong.”

Keajaiban Matematis dalam Konkordansi Leksikal (KMKL), adalah suatu pembahasan yang sangat menarik dari sebuah buku yang berjudul: Miracle of The Alquran, oleh Caner Taslaman, seorang peneliti dan penulis buku bestseller di Turki untuk tema-tema Filsafat Sains dan Sosiologi Agama. Dia mengupas topik ini dari sudut pandang berbeda: konkordasi kata-kata di antara mereka sendiri dan konkordasi kata dengan fenomena universal. Keajaiban-keajaiban ini gampang dimengerti, tetapi mustahil dapat ditiru. Bahkan, mereka yang tidak benar-benar tertarik pada matematika dapat dengan mudah memahami keajaiban yang dibahas di sini.

Berikut ini beberapa KMKL yang saya kutip dari buku yang sangat unik ini. Pertama: Tahun Penadaratan di Bulan. Kita pelajari pernyataan Alquran yang menyinggung pendaratan manusia di Bulan. Salah satu tanda terpenting adalah ayat pertama Surah Al-Qamar. Jumlah ayat yang dihitung sejak ayat ini sampai akhir Alquran adalah 1.389. Tahun 1389 dalam kalender Muslim adalah tahun 1969 dalam kelender Masehi. Pada tahun tersebut mendarat di bulan untuk pertama kalinya. Di lain pihak, angka 1389 juga dapat menunjukkan bahwa manusia akan mendarat di bulan 1.389 tahun setelah ayat ini atau setelah Alquran diturunkan Allah. Ini karena kalender Muslim dimulai ketika penurunan wahyu belum lengkap.

Kedua: Rasio Luas Lautan dan Daratan. Kata lautan (al-bahr) digunakan 32 kali dalam Alquran. Kata albahr digunakan baik untuk laut maupun paraian lain seperti danau dan sungai. Kata albarri (daratan) disebut 12 kali dalam Alquran. Luas permukaan bumi 510 juta kilometer persegi. Kira-kira 360 juta kilometer persegi terdiri dari air, seperti laut, danau dan lain-lain. Selain itu, 15 juta kilometer persegi merupakan lempengan es; jika kita tidak memasukkan lapisan es ini dalam hitungan, berarti 135 juta kilometer persegi adalah daratan. Rasio kata albahr (lautan) dan albarri (daratan) dalam Alquran adalah 12/32 = 0,375. Rasio daratan dan lautan di bumi adalah 135/360 kilometer persegi = 0,375. Maka terdapat suatu harmoni yang sangat menarik antara kemunculan kata-kata tersebut dalam Alquran dan fenomena yang ada di bumi.

Ketiga: Nomor Atom Besi. Informasi tentang diturunkan (diciptakan) besi yang mempunyai kekuatan yang hebat, dapat dilihat pada Alquran surah Al-hadid (57): 25. Kata kerja “inzal” dalam Alquran biasanya digunakan untuk menggambarkan tindakan yang datang dari luar bumi. Kata inzal mengacu pada fakta bahwa penciptaan di dunia telah terjadi menyusul sebuah peristiwa di luar bumi. Awalnya, temperature bumi tidak cukup untuk pembentukan unsur besi. Bukan hanya bumi, bahkan bintang berukuran medium seperti matahari kita tidak cukup panas untuk pembentukan unsur besi. Itulah sebabnya besi pasti berasal dari luar angkasa, seperti halnya seluruh tata surya. Besi yang ada di planet kita sekarang pasti berasal dari bintang-bintang lain, yang suhunya lebih tinggi sehingga mendukung pembentukannya. Alquran menunjukkan keajaiban matematis lain dengan memperlihatkan nomor atom besi, 26 (susunan berkala), dalam berbagai cara. Dalam Alquran, setiap huruf memiliki nilai matematis. Nilai matematis untuk kata “besi” (hadid) adalah: Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 26. Ayat yang menunjukkan pada besi merupakan ayat ke-25 dalam Surah Al-hadid. Bila Basmalah kita hitung juga, maka angkanya adalah 26. Nama Allah yang disebut dalam surah ini untuk ke-26 kalinya berada pada ayat yang sama. Nomor atom sebuah unsur adalah karakteristik utama unsur tersebut dan ditentukan oleh jumlah protonya, yang merupakan pembangunan unsur itu. Nomor atom besi adalah 26 karena protonnya berjumah 26. Sejak awal Surah Al-hadid sampai terakhir dalam surah tersebut yang berhubungan dengan besi, kata Allah tercantum 26 kali.

Selain nomor atom besi disiratkan dalam surah yang menyebutkan besi, terdapat pula tanda lain mengenai isotope besi dalam surah tersebut. Kata al-hadid, yang mengacu pada besi tertentu, memiliki nilai metematis 57. Artikel “al” sama dengan “the” dalam bahasa Inggris. Ketika kata hadid digunakan dengan artikel “al”, untuk merujuk pada besi tertentu, nilai matematisnya menjadi 57. Alif = 1, Lam = 30, Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 57. Surah Al-hadid adalah surah ke-57 dalam Alquran. Dan 57 adalah satu isotope besi. Surah Al-hadid adalah surah ke-58 dihitung dari akhir Alquran. Isotop besi lainnya adalah 58. Surah ini terdiri dari 29 ayat. Keseluruhannya menjadi 30 jika Basmalah dihitung.  Kedua angka ini 29 dan 30) sama dengan jumlah neutron dua isotope besi dari total empat isotope. Frekwensi kata Allah dalam surah ini menunjukkan jumlah neutron dari isotope lainnya.

Trakhir dari empat contoh yang sempat saya sajikan pada artikel ini: Derivasi Kata Hari. Lihat kata “hari” (yaum) disebut 365 kali dan bentuk jamaknya sebanyak 30 kali dalam Alquran. Semua derivasi kata hari digunakan sebanyak 475 kali. Ini berarti bentuk tunggal, jamak dan semua derivasi lain mencapai jumlah 475. Angka 475 sama dengan angka 19 x 25. Terkadang KMKL dan keajaiban angka19 saling berkaitan, seperti contoh ini. Karena penggunaan kata “hari” menunjukkan karakteristik yang ajaib, terlepas dari mukjizat angka 19. Seperti pengali 19, angka 25 juga bermakna penting. Satu hari merupakan hasil kerja sama bumi dan matahari. Bumi berevolusi pada porosnya 365 kali sambil menyelasaikan peredarannya terhadap matahari, dan selama waktu tersebut juga berotasi pada sumbunya sendiri. Sementara bumi berotasi 365 kali, berapa kali matahari melakukannya? Tepat 25 kali. Angka ini, yang memperlihatkan keajaiban yang mudah dipahami, tetapi tak mungkin ditiru, belum terungkap pada Alquran turun di wilayah yang bersangkutan. Masyarakat tidak mengetahuinya. Suatu mukjizat bahwa Alquran menunjukkan melalui penyebutan angka berulang-ulang, dan fakta bahwa angka tersebut mengindikasikan hal yang belum diketahui pada masa itu pun merupakan keajaiban. Dilain pihak, angka 19 kemudian dikalikan dengan 25, memegang peranan penting dalam konteks konsep hubungan matahari/bumi dengan hari. Siklus Meton, yaitu ketika matahari, bumi dan bulan berada digaris yang sama, terjadi sekali dalam 19 tahun. Dapat disimpulkan bahwa matahari berputar sebanyak 19 x 25 = 475 kali dalam satu siklus meton. Ya, persis 475 kali. Angka ini sama dengan jumlah kemunculan derivasi kata “hari” dalam Alquran.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Inilah Kitab Ajaib Yang Mudah Dipahami Tapi Tidak Bisa Ditiru Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail