Latest News
Rabu, 18 Maret 2015

Ternyata Perputaran Arah Jarum Jam Kita “Counter Naturalwise”


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

            ‘Perjanjian Tanda’ adalah salah satu ketentuan yang harus disepakati dalam menentukan arah perputaran gaya dalam ilmu Mekanika Teknik. Selama ini kita cenderung menggunakan perputaran gaya yang Searah Jarum atau ‘Clockwise’ sebagai tanpa  Positiv dan berlawanan Arah Jarum Jam atau Counter Clockwise sebagai tanda negativ. Nampaknya yang selama ini kita lazim sebut clockwise (searah jarum jam) sebenarnya lebih tepat kita sebut counter naturalwise (bertentangan dengan arah gerak alamiah), sedangkan yang lazim kita sebut sebagai counter closkwise (kebalikan arah jarum jam) justru lebih tepat disebut natural-wise atau ‘fitrah wise’ (searah dengan gerak alami atau searah dengan gerak fitrah).

            Dalam konstelasi alam makro, ternyata bahwa arah rotasi bumi dan rotasi bulan pada porosnya dilukiskan dari kanan ke kiri, dan arah pergerakan atau perputaran planet-planet di dalam tata surya (solar system) kita pun ternyata dilukiskan dari kanan ke kiri, bukan dari kiri kekanan. Jam Hijriyah: Solar Time yang ditulis oleh Harist Abu Ukasyah sendiri, yang unik pada jam dinding ini adalah semua jarumnya berputar dari kanan ke kiri, kebalikan dari arah perputaran jarum-jarum jam yang lazim kita kenal.

            Mengapa jarum jam Islam berputar dari kanan ke kiri? Arah gerak bagi hal-hal baik harus dimulai dari kanan ke kiri. Menurut Saad Muhamad Al-Mardafy (dalam buku: Kabah Pusat Dunia Sebuah Mukjizat Ilmiah) menjelaskan ada dua alasan untuk ini, kalau dikaji secara cermat, semua benda di dalam konstelasi alamraya ini, baik alam makro maupun alam mikro, apabila dilihat dari arah normal (yakni dari “atas ke bawah” atau “dari depan ke belakang” atau “dari diam ke bergerak maju”, dan sebagainya), ternyata tidak satu pun benda di alam raya ini yang bergerak dari arah kiri ke kanan seperti arah perputaran jarum jam yang selama ini kita kenal.

            Lintasan orbit penerbangan apollo ketika menuju bulan dan ketika kembali dari bulan menuju bumi juga dilukiskan mengikuti arah dari kanan ke kiri. Bahkan, arah pelari cepat pada lintasan lari yang mengelilingi stadiun atletik, kalau diproyeksikan dari atas ke bawah juga menunjukan dari kanan ke kiri. Gerakan pembalap sepeda pada lintasan “vellodrome” dan pacuan kuda juga mengikuti arah dari kanan ke kiri. Sampai dengan permainan Domino dan “Congkak” anak-anak juga mengikuti arah dari kanan ke kiri.

            Dalam konstelasi alam mikro, para pakar kimia inti juga melukiskan pergerakan elektron mengelilingi inti atom pada lintasan orbitnya masing-masing mengikuti arah kanan ke kiri. Seorang pakar matematika ketika masih belajar Matematika Dasar juga diajari membagi sistem salib sumbu dalam bidang Euclidus (Euclidean Field) menjadi empat bagian (kuadran), penetapan kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, dan Kuadran IV juga mengikuti arah kanan ke kiri, persis seperti arah jarum jam Islam ciptaan Abu Ukasyah dan Syafril.

            Alasan kedua, adalah perputaran fitrah dari kanan ke kiri juga sesuai dengan sunnah Rasul, yakni “mendahulukan yang kanan daripada yang kiri dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang baik-baik, baik pekerjaan ibadah ukrawi maupun pekerjaan duniawi, termasuk tertawaf mengelilingi kabah dalam rangkaian ibadah haji di Masjid Al-Haram.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ternyata Perputaran Arah Jarum Jam Kita “Counter Naturalwise” Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail