Latest News
Sabtu, 14 Maret 2015

Seperti Belalang Yang Beterbangan


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Informasi yang sangat jelas dari Allah SWT yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan memperlihatkan gambaran kebangkitan manusia dari kubur seakan-akan belalang yang berterbangan, dalam Surah Al- Qamar (53) ayat 7: “Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”.

Jika para ahli Astronomi mempergunakan bukti fisik yang terkait dengan sirnanya alam semesta untuk memastikan terjadinya, sebenarnya apa yang mereka lakukan termasuk di dalam kategori kemestian terjadinya hari akhirat dan bukan waktu terjadinya. Proses hari berbangkit dan bangkitnya mayat dari dalam kubur seperti belalang yang bertebaran adalah proses alam gaib mutlak yang tidak mungkin bagi ilmu pengetahuan untuk membicarakannya, tapi di sini oleh Dr. Zaghloul El-Naggar yang diungkap dalam bukunya Ayat-Ayat Kosmos dalam Al-Quran Al-Karim, menggunakan bantuan sabda Rasulullah SAW untuk mengetahui sisi lain dari masalah gaib ini, terkait hikmah perumpamaannya dengan belalang yang berterbangan.


Marilah kita ikut dulu sisi ilmiah proses peyusunan kembali struktur tubuh manusia dari benih embrio, pada hari berbangkit. Allah SWT memulai penciptaan janin dari zygote (pencampuran mani pria dengan sel telur wanita) yang mulai tertanam pada dinding rahim pada hari ke-enam usia janin, dimana mulai pembelahan secara beruntun hingga berubah menjadi bentuk tablet sel bertingkat dua (atas bawah) yang tidak jelas arahnya, dimana pada salah satu sisi tingkat atas sel muncul benang halus yang membatasi sebagian belakang janin, yang dikenal dengan The Primitif of Primary Streak. Benang ini mempunyai awal di tengah tablet kecil dan sedikit bergelumbung yang disebut The Primitif of Primary Node. Dari masing-maingnya terbentuk beberapa anggota badan dengan sel dan jaringan spesial di dalam proses yang disebut Gastrulation (proses pembentukan perangkat). Perangkat pertama yang terbentuk adalah poros kepala dan tulang ekor, dimana tercipta awal susunan saraf pusat, termauk awal otak tengkorak, jaringan tulangan sumsum, dan tulang punggung. Derngan demikian, semua perangkat tubuh terbentuk dari benang dan ikatan primitif dan membenarkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Darinya tercipta”. Setelah selesai pembentukan berbgi perangkat tubuh janin, benang dan ikatan primitif mundur ke kawasan tulang belakang, dimana tersimpang di dalam bentuk janin lengkap (seperti embrio benih tanaman) yang dari padanya disusun kembali tubuh manusia di hari berbangkit.

Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan. Sirkulasi hidup belalang dimulai dari meletakkan telur pembuahan pada beberapa tempat tertentu. Induknya menjaga hingga menetas pada permulaan bulan Mei setiap tahunnya. Dari telur keluar peri (nymph) yang melepaskan diri dari kulitnya beberapa kali hingga mencapai bentuk serangga dewasa yang pada awalnya hidup secara individual. Setelah itu membentuk kelompok-kelompok, yang berakhir kepada perjalanan migrasi kolektif, dimana sekawanan besar belalang bisa menmpuh jarak yang jauh melintasi wilayah-wilayah reproduksi misim gugur, musim dingin, misim semi, dan kmudian, kembali ke wilayah semua tempat mereka berangkat.

Sekawanan besar belalang yang melakukan perjalanan hijrah bersama kawannya bisa mencapai puluhan miliar. Dari sinilah dapat dipahami perumpamaan keluarnya makhluk yang hidup di bumi dari manusia pertama hingga manusia terakhir (yang diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan miliar) dengan belalang yang beterbangan. Hal ini berupa perumpamaan yang sangat akurat dari aspek ilmiah, karena sekawanan belalang yang hijrah, menutup area bumi lebih dari 1.000 km persegi, begitu juga luasnya areal padang mahsyar di akhirat kelak.

Sekawanan belalang yang hijrah, terbang salaing merapat di dalam ketinggian tidak jauh dari permukaan bumi, dengan kepadatan berkisar antara sejuta hingga puluhan juta belalang, pada satu kilometer persegi (disebut sekawanan berlapis). Demikian pula halnya, kelak manusia akan saling berdesak-desakan ketika digiring menuju padang mahsyar. Sekawanan belalang bergerak dengan sangat disiplin di bawah komando yang tegas di barisan depan. Begitu pula kondisi mnusia pada waktu itu di padang mahsyar. “Mereka datang dengan sepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: ini adalah hari yang berat”. (QS Al- Qamar [54]:8)

Belalang terbang sepenuhnya di dalam keadaan telanjang, kecuali rahmat Allah SWT yang melengkapinya dengan lapisan tanduk halus. Kelak manusia juga dikumpulkan di dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada yang menutupi mereka kecuali kulit mereka saja”.

Berdasarkan keterangan itu, perumpamaan Alquran yang luar biasa ini, “…mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, tetap menjadi bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT, Tuhan Pencipta yang menurunkan Wahyu dengan ilmu-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad SAW.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Seperti Belalang Yang Beterbangan Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail