Latest News
Rabu, 01 April 2015

Tentang Kehidupan Pada Dimensi Ruang dan Waktu Keabadian


Sebelumnya telah kami utarakan bahwa setelah hari kiamat kelak maka dimensi ruang bumi akan diganti dengan Padang Mahsyar begitu pula dengan dimensi ruang di langit, akan berubah juga. Sedangkan dimensi waktu yang abadi akan terus melekat pada dimensi ruang manapun setelah hari kebangkitan ini. Saat ini kita masih belum berada di dalam dimensi itu, tetapi di suatu saat nanti, pada waktu yang telah ditentukan-Nya maka setelah semua makhluk telah binasa baik di langit maupun di bumi beserta seluruh isinya, maka kita akan dibangkitkan lagi kemudian akan menjalani dimensi ruang dan waktu itu.

Bagaimana keadaan ketika semua manusia, jin dan malaikat berada pada dimensi tersebut ?. Di dalam ayat-ayat di bawah ini menunjukkan kisah yang akan terjadi di dimensi tersebut suatu saat nanti, yaitu perdebatan diantara manusia tentang berapa lamanya mereka tinggal di dunia ini.

Dan ( ingatlah ) akan hari ( yang di waktu itu ) Allah mengumpulkan mereka, ( mereka merasa di hari itu ) seakan - akan mereka tidak pernah berdiam ( di dunia ) hanya sesaat saja di siang hari, ( di waktu itu ) mereka saling berkenalan . Sesungguhnya rugilah orang - orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Surat Yunus ayat 45).

Allah bertanya, " Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi ? " . Mereka menjawab, " Kami tinggal ( di bumi ) sehari atau setengah hari , maka tanyakanlah kepada orang - orang yang menghitung ". Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal ( di bumi ) melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui". (Surat Al Mukminun ayat 112-114).

( Yaitu ) , di hari ( yang di waktu itu ) ditiup sangkakala dan kami akan mengumpulkan pada hari itu orang - orang yang berdosa dengan muka yang biru muram. Mereka berbisik - bisik di antara mereka , "Kamu tidak berdiam ( di dunia ) hanyalah sepuluh ( hari )". Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan , ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka, " Kamu tidak berdiam ( di dunia ) , melainkan hanyalah sehari saja " .(Surat Thaha ayat 102-104).

Begitulah perdebatan yang terjadi diantara manusia pada saat di Padang Mahsyar kelak. Dimensi di sana sudah pasti berbeda daripada dunia yang kita ketahui saat ini, bahkan ada sebagian ulama ahli tafsir mengatakan di Padang Mahsyar kita akan menunggu kedatangan Allah untuk mengadili seluruh makhluk-Nya selama 50.000 tahun menurut perhitungan kita di dunia.Wallahu’alam.

Dari ayat-ayat di atas jelaslah bagi kita bahwa manusia memperkirakan hidup mereka ketika di dunia ini ada yang mengatakan setengah hari saja, ada pula yang mengatakan 1 hari, sedangkan yang lain ada yang mengatakan 10 hari bahkan ada yang mengatakan hanya sesaat saja di siang hari ketika mereka saling berkenalan. Perdebatan ini tentunya terjadi setelah mereka mengalami waktu yang sangat lama ketika menunggu di Padang Mahsyar, sedangkan Allah belum juga hadir untuk mengadili mereka. Sebenarnya siapa diantara mereka yang benar ? hanya Allah saja yang mengetahui secara pasti berapa lamanya kita tinggal di dunia ini. Sedangkan dari analisa di atas sebelumnya bahwa bagi Allah semua itu sangatlah singkat sekali, bayangkan saja, hidup selama 60 tahun ternyata hanya 1,75 jam saja menurut perhitungan Allah SWT, wallahu’alam.

Selain Padang Mahsyar, surga dan neraka pun adalah dimensi ruang dan waktu keabadian. Penghuni surga akan kekal di dalamnya, begitu pula dengan penghuni neraka. Beruntunglah bagi para penghuni surga, ia akan tetap muda selamanya dan tidak akan mati serta akan merasakan keindahan dan kesenangan tanpa batas waktu. Bagaimana keadaan penghuni surga kelak ?

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga masuk (ke sana) dalam keadaan masih muda, berkulit putih, berambut ikal, bercelak mata, sebaya dengan pemuda berusia 33 tahun, bentuk mereka seperti Adam, yaitu setinggi 60 hasta lebar 7 hasta.”

Sedangkan ayat-ayat Al Qur’an banyak sekali yang menceritan tentang berbagai kenikmatan yang akan diperoleh para penghuni surga itu kelak. Kami hanya akan memberikannya beberapa ayat saja seperti di bawah ini.

Sesungguhnya orang - orang yang bertakwa berada dalam naungan ( yang teduh ) dan ( di sekitar ) mata - mata air . Dan ( mendapat ) buah - buahan dari ( macam - macam ) yang mereka ingini. ( dikatakan kepada mereka ), " Makanlah dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan " . ( Surat Al Mursalat ayat 41-43)

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar - benar berada dalam kenikmatan yang besar ( surga ). Mereka ( duduk ) di atas dipan - dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak ( tempatnya ). Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba - lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. ( yaitu ) mata air yang minum dari padanya orang - orang yang didekatkan kepada Allah . ( Surat Al Muthaffifin ayat 22-28)

Sedangkan penghuni neraka, mereka akan terus menderita di dalamnya dan tidak akan mati walaupun seluruh tubuh mereka hancur serta akan terus menderita tanpa batas waktu. Cobalah kita membayangkan, andaikata tangan kita terbakar kemudian sampai melepuh karena panasnya kemudian diganti lagi dengan tangan yang lain lalu dibakar lagi begitu seterusnya, maka kita pasti akan merasakan kesakitan terus tanpa pernah berhenti, sampai-sampai lebih menginginkan mati saja agar penderitaan itu segera berakhir. Tetapi, ternyata kematian tidak pernah menjemput penghuni neraka, walaupun mereka telah memintanya berkali-kali kepada Allah SWT karena waktu telah dihapus untuk selamanya, sehingga tidak ada lagi kematian. Hal ini pun telah banyak sekali kita jumpai di dalam Al Qur’an.

Sesungguhnya orang - orang yang kafir kepada ayat - ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam nereka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat An-Nisa ayat 56)

Sesungguhnya orang - orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru, " Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja ". Dia menjawab, " kamu akan tetap tinggal ( di neraka ini ).” (Surat Az-Zukhruf ayat 74-77)

Mungkin ada sebagian dari kita akan mempertanyakan tentang hakekat keabadian ini, apakah berarti sama dengan sifat keabadian Allah SWT ?. Kami tegaskan di sini bahwa Allah bersifat Azali, artinya Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Allah ada semenjak waktu itu belum tercipta dan Dia tidak akan pernah mati, itulah hakekat sifat abadi bagi Allah. Sedangkan seluruh makhluk-Nya ada proses penciptaaan, atau berarti dahulunya belum ada lalu diadakan oleh Allah SWT. Kemudian setelah Ia wafatkan, dan waktu telah dihapuskan, maka barulah makhluk – makhluk yang Dia kehendaki itu menjadi abadi. Itulah hakekat keabadian makhluk-Nya, berbeda dengan sifat keabadian-Nya.

Uraian singkat di atas menggambarkan kepada kita bahwa ruang dan waktu itu bersifat relatif dan bukan absolut (tetap) menurut Al Qur’an. Ketika dimensi ruang itu berbeda dengan dimensi kita di bumi, maka akibatnya waktu pun akan berbeda juga. Baik pada saat ini, yaitu sebelum kiamat kelak, maupun setelah hari kiamat kelak, ruang dan waktu itu seperti dimensi yang tidak dapat terpisahkan, jika ruang itu adalah 3 dimensi, maka dimensi keempatnya adalah waktu itu sendiri. Jika dimensi ruang di dunia yang dihuni oleh manusia ini menghitung waktu 1 hari adalah 24 jam, maka berbeda dengan dimensi ruang di langit yang dihuni oleh para malaikat yang menghitung waktu 1 hari selama 1000 tahun menurut perhitungan dunia manusia. Semua itu akan sangat berbeda lagi jika sampai pada dimensi ruang dan waktu akhirat dimana waktu akan bernilai tidak terbatas atau kekal dan abadi.

Allah SWT, dengan segala kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki-Nya mampu menjadikan makhluk-makhluk yang dikehendaki-Nya menembus batas antara ruang dan waktu yang berbeda-beda itu. Dalam Bab IV dan V nanti InsyaAllah kita akan melihat kisah beberapa orang makhluk yang diberikan-Nya mukjizat, kemampuan ataupun ilmu yang membuat mereka mampu melewati batas ruang dan waktu normal yang kita alami ini.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Tentang Kehidupan Pada Dimensi Ruang dan Waktu Keabadian Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail