Latest News
Minggu, 05 April 2015

Bangkit Setelah Tidur 100 Tahun?


Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang telah runtuh atapnya, dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali setelah matinya?” Maka Allah mematikan dia 100 tahun, lalu dibangkitkan kembali. Lantas dikatakan: “Berapa lama engkau di sini?” Dijawabnya: “Aku berada di sini satu hari atau setengah hari.” Dikatakan padanya: “Bahkan engkau tinggal di sini 100 tahun.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 259)

Para mufassir (ahli tafsir) sibuk berdebat tentang siapa gerangan yang dimatikan 100 tahun tersebut beserta negeri yang dimaksud. Ibnu Ishaq berpendapat bahwa dia adalah Nabi Khidir. Wahab bin Munabbih berkesimpulan bahwa dia adalah Nabi Irmiya. Sementara itu, Ibnu Abbas beropini bahwa dia adalah Uzair. Mereka juga berbeda pendapat tentang negeri atau kota yang runtuh itu; apakah Baitul Maqdis (Palestina), Mu’tafikah, atau Aluf di Hadramaut (Yaman). Lebih dari itu semua, sebetulnya isu yang menarik adalah bagaimana orang yang telah mati 100 tahun bisa dihidupkan lagi.

Kini telah hadir teknologi untuk ‘mematikan’ tubuh manusia dalam jangka lama (bahkan sampai ratusan tahun) dan ‘menghidupkan’-nya lagi. Hal ini persis seperti yang diisyaratkan dalam ayat di atas. Nama teknologi itu adalah Cryonic. Prosesnya ialah dengan membekukan tubuh dalam suhu yang sangat dingin, yaitu di bawah 00 Celsius.

Selanjutnya darah dipompa keluar dan digantikan oleh cairan bernama Hextend, pengganti plasma yang berfungsi mencegah kerusakan sel akibat pembekuan. Tubuh tersebut kemudian disimpan dalam suhu -1960 Celsius. Dalam kondisi seperti ini, tubuh akan terawetkan, tidak membusuk, dan tidak menjadi tua. Manusia yang bersangkutan akan merasa seperti sedang tidur sampai kelak dibangunkan dengan suhu hangat yang normal dan seluruh organ tubuhnya akan kembali berfungsi seperti semula. Percobaan klinis ini sudah dilakukan di University College Hospital (London) pada 1998.

Hal Sternberg, kepala laboratorium Biotime di California, mengatakan bahwa percobaan mekanisme hibernasi terhadap kodok, tupai, dan babon (kera besar) telah berhasil. Perusahaan Alcor di Amerika Serikat bahkan telah menerima ratusan pesanan untuk ‘menidurkan’ tubuh sampai 100 tahun dengan biaya puluhan ribu dolar. Kebanyakan adalah penderita penyakit berat, seperti kanker, jantung, dan Alzheimer (sebuah sindrom yang menyebabkan otak tampak mengecil) yang sampai saat ini belum bisa diobati. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa 100 tahun mendatang sudah ditemukan terapi atau obat untuk penyembuhan penyakit-penyakit tersebut.

Bidang lain yang diuntungkan oleh penemuan ini adalah bidang penjelajahan ke ruang angkasa. Teknik Cryonic ini memungkinkan manusia menempuh perjalanan antar-galaksi yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Walaupun kelak ditemukan mesin roket berkecepatan cahaya 300.000 km/detik, tetap saja ada problem keterbatasan usia manusia. Maka, teknologi Cryonic memungkinkan astronot terbang selama puluhan bahkan ratusan tahun dalam keadaan ‘tidur’ membeku untuk kemudian ‘dibangunkan’ setelah sampai tujuan.

Teknologi ini memang masih menimbulkan kontroversi bagi keimanan kristiani di Amerika Serikat karena dianggap hendak menyaingi Tuhan dalam menghidupkan orang yang sudah meninggal. Untung bagi kita, ayat Al-Quran sudah memberi isyarat tentang hal itu 15 abad yang lalu. Tentu saja, hal itu memerlukan penafsiran yang kreatif.

Wallahu a’lam.

Penulis : Ir. H. Bambang Pranggono, MBA
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bangkit Setelah Tidur 100 Tahun? Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail