Latest News
Rabu, 08 April 2015

BEGINILAH BANGSA ISRAEL MENDIDIK ANAKNYA


Rasanya tidak ada orang atau bangsa yang tidak kenal dengan bangsa Yahudi, kisahnya dipaparkan dalam berbagai kitab suci, bangsa ini identic dengan bangsa yang cerdas, bangsa yang menguasai duia, sekalipus bangsa yang negaranya dipertanya. Intinya bangsa ini dikenal dalam dua sisinya, yakni sebagai bangsa yang biadab sekalgus berada. Dalam sejarah-sejarah disebutkan bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang suka membuat keonaran dan kerusakan di muka bumi, bangsa yang memusuhi, menentang dan membuni para nabi bahkan suka merubah kitab sucinya untuk selera diriny sendiri. Tapi sisi lain bangsa ini juga dalam sejarahnya memiliki orang-orang baik dan shallih, banyak nabi-nabi yang diutus dari kalangan mereka, oleh sebab itulah mereka memusuhi Nabi Muhammad karena merasa bukan nabi dari kalangan mereka. Bahkan banyak ilmuwan, seniman dan orang – orang hebat lainnya di masa sekarang inipun merupakan kelahiran dari bangsa yahudi ini.

Dr. Stephen Carr Leon DASRI melakukan seuatu riset yang membahas bagaimana orang-orang Yahudi bisa lebih cerdas dibandingkan dengan bangsa – bangsa lain. Hasil penelitian beliau ini dapat diringkaskan sebagai berikut ini:

Pertama, berkaitan dengan persiapan pra melahirkan.
Seorang istri Yahudi yang mulai mengandung bayinya mereka melakukan berbagai persiapn untuk menyiapkan anaknya menjadi orang hebat. Persiapan awal melahirkan anak, bukan persiapan yang sifatnya fisik menyangkut peralatan bayinya kelak tetapi persiapan psikisnya. Meliputi :

1)menyanyi dan bermain piano. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano, jadi bernyanyi dan bermusik ini bukan semata dilakukan untuk hiburan ataupun melampiaskan kesenangan atau hura-hura tetapi dimaksudkan untuk sebuah pendidikan dan memetik sisi positif utama dari kegiatan bermain music dan bernyanyi ini.

2) aktifitas belajar dan berhitung. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan dan

3) memperhatikan pola makan. Ibu yahudi yang sedang hamil ia sangat memperhatikan apa yang dikonsumsinya.. Sejak awal mengandung Ibu hamil sangat suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi minyak ikan. Inilah tiga hal utama yang dilakukan wanita yahudi ketika mengandung anaknya, memberikan pendidikan sejak pra natal.

Kedua, Menjaga pola hidup sehat dan cerdas. 
Di tengah arus gaya hidup yang semakin menggila, tuntuan hidup yang sedemikian cnederung mengabaikan kesehatan, di Israel, justru gaya hidup merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh).

Ketiga,memilih dan membiasakan kegiatan positif yang membuat cerdas.
 Dalam setiap kegiatan anak –anak yahudi, ternyata mereka sering di sibukan dengan berbagai kegiatan yang positif seperti : bermain music piano dan biola, Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.

Keempat, penguasaan berbagai bahasa dunia.
Anak – anak Yahudi rata rata memahami tiga bahasa, yaitu Hebrew, Arab dan Inggris. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajarkan matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Disinyalir oleh para pengamat bahwa “Perbandingan dengan anak-anak di negara-negara lain, ternyata tingkat IQ anak Yahudi 6 tahun lebih maju! Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi.

Kelima, Penguatan pelajaran olahraga yang menunjang konsentrasi berfikir. 
Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus.

Keenam, Sekolah tinggi (menengah) dengan kurikulum yang memadukan teori dan praktik sekalgus.
Di sini, murid-murid digojlok dengan pelajaran sains, mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktikkannya. “Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kelompok) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!”

Israel memiliki program wajib belajar bagi anak-anak berumur antara tiga sampai dengan delapan belas tahun. Tahapan-tahapan sekolah dibagi menjadi tiga tahap: sekolah dasar (tingkat 1-6), sekolah menengah pertama (tingkat 7-9), dan sekolah menengah atas (tingkat 10-12). Tahapan sekolah berakhir dengan ujian akhir nasional (UAN) yang disebut Bagrut. Mata pelajaran utama yang diujikan dalam bagrut (UAN) meliputi: matematika, Alkitab Ibrani, Bahasa Ibrani, Literatur Ibrani dan Umum, Bahasa Inggris, Sejarah, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagai tanda kelulusan siswa mendapatkan sertifikat Bagrut. Pada sekolah-sekolah Arab, Kristen, dan Druze, untuk ujian kajian Alkitab Ibrani digantikan dengan ujian Mata Pelajaran Islam, Kristen, ataupun Druze. Pada tahun 2003, lebih dari separuh murid tingkat 12 Israel mendapatkan sertifikat ini.

Menurut Webometrics (2012), yakni sebuah situs yang melakukan pemeringkatan universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan parameter digital, melaporkan bahwa Israel adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang masuk ke peringkat 200 terbaik di dunia. Universitas Ibrani Yerusalem berada pada peringkat ke-121 dan Universitas Tel Aviv di posisi ke-166. (Bandingkan dengan UGM yang berada pada posisi 379, UI peringkat 507, ITB peringkat 568, UNS peringkat 883 dan UNY peringkat 1854.

Israel dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki rasio tingkat pendidikan tertinggi di dunia. Setiap 10.000 penduduk terdapat 135 penyandang gelar doktor (Ph.D) dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ahli mesin, pertanian, persenjataan dan peneliti sehingga wajar kalau pada saat ini memiliki lebih dari 3500 perusahaan berteknologi tinggi. Hampir 90 persen rumah di Israel menggunakan air panas menggunakan panel tenaga surya. Karena Israel secara rutin mengalami kekurangan air, negeri ini memiliki industri teknologi air sangat maju di dunia dalam tekniklogi konservasi air dan daur ulang air. Dalam hal produk domestik bruto, ekonomi negara ini menduduki peringkat ke-44 di dunia.

Namun demikian orang Yahudi mempunyai kekompakan yang sangat hebat, salah satunya adalah bicara dengan bahasa yang sama yaitu bahasa Ibrani. Setiap bayi yang lahir dari seorang ibu Yahudi maka kedua orang tuanya mempunyai tanggung jawab moral dan harus memastikan bahwa anaknya kelak bisa berbahasa Ibrani.

Semenjak dini, anak-anak Yahudi sudah di wajibkan untuk bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Ibrani. Karena dengan bahasa itulah mereka dipersatukan, meskipun mereka berpencar di penjuru dunia. (Bandingkan dengan bahasa persatuan kita). Hal ini berbeda dengan negara-negara Arab yang populasinya jauh lebih banyak. Sejumlah negara Arab sudah tidak lagi menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utamanya. Mesir misalnya, negeri ini cenderung menggunakan bahasa Perancis dari pada bahasa Arab.

Sejak kecil, kepada anak-anak Israel ditanamkan bahwa bangsa mereka kelak menjadi bangsa yang besar dan berkuasa. Hal demikian tercermin dalam lagu kebangsaan mereka yang berjudul “HaTikvah” yang berarti harapan (Hope). Lagu ini selain wajib dihafalkan oleh setiap warga (Bandingkan dengan lagu Indonesia Raya) juga biasa dinyanyikan di setiap sekolah dan perkantoran. Dengan lagu tersebut diharapkan orang Israel mempunyai gambaran bahwa nantinya mereka akan menjadi negara yang lebih besar daripada sekarang

Ambil saja lima contoh nama-nama orang berikut ini: Mark Zuckerberg penemu facebook, Bill Gate pendiri Microssoft, Larry Page penemu Google, Andrew Grove penemu intel,

Dalam tulisan Manuel Trajtenberg, seorang ekonom Israel yang diterbitkan Haaretz, setiap orang Yahudi dituntut belajar membaca dan menulis setelah kehancuran Yerusalem pada 70 Masehi. Mereka dituntut memiliki ilmu pengetahuan agar dapat berasimilasi. Dengan kebutuhan itu, orang-orang Yahudi memiliki keterampilan yang penting untuk pembangunan ekonomi mereka. Dari waktu pembuangan Babilonia, pada abad keenam sampai pada 70 Masehi, Yudaisme berdiri di atas dua pilar utama: ritual di kuil dan membaca Taurat

Kewajiban setiap orang Yahudi membaca dan mempelajari Taurat merupakan dasar dari keberadaan orang-orang Yahudi pada saat itu. Untuk memastikan kontinuitas, setiap orang ditugasi untuk mengajari membaca dan menulis anak-anak sejak usia muda.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: BEGINILAH BANGSA ISRAEL MENDIDIK ANAKNYA Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail