Latest News
Senin, 06 April 2015

Antara Besi dan Darah



“Dan Kami turunkan besi, di dalamnya kekuatan yang besar dan manfaat
bagi manusia.” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 25)

Az-Zamakhsyary dalam Tafsir Al-Kasysyaf mengartikan kekuatan besar dari besi adalah untuk peperangan. Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami’ul Ahkam menguraikan lagi bahwa kekuatan besi ialah menjadi pedang dan manfaatnya ialah perisai.

Al-Mawardi menafsirkan bahwa kekuatan besi ialah karena menimbulkan ketakutan dahsyat dalam pertempuran dan manfaatnya ialah ketika menjadi alat pertukangan. Sampai sekarang, memang alat-alat perang dan perlengkapan mesin banyak terbuat dari besi. Sehingga, makna ayat tentang pentingnya besi tetap relevan. Namun demikian, ada tafsiran lain yang melengkapi bukti keajaiban Al-Quran tentang besi.

Besi adalah unsur di dalam molekul hemoglobin yang membuat darah berwarna merah. Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen ke semua organ tubuh agar berfungsi dengan normal. Ketika melewati paruparu, hemoglobin mengikat oksigen lalu melepasnya ketika melalui jaringan tubuh.

Molekul yang kosong lalu mengikat karbon dioksida dan gas lain untuk dibuang. Kekurangan zat besi menimbulkan penyakit iron-deficiency anemia dengan gejala rasa lemah dan capai. Terlalu banyak besi juga berbahaya karena bisa menimbulkan risiko sakit jantung.

Kebutuhan besi setiap orang berbeda. Hal itu bergantung usia, aktivitas, dan jenis kelamin. Wanita hamil membutuhkan lebih banyak besi untuk membentuk hemoglobin karena jumlah darahnya meningkat sampai 50 persen. Selain itu, tambahan besi juga dibutuhkan untuk jabang bayi dan plasenta. Sekitar 27 mg besi dibutuhkan wanita ketika hamil agar bayinya sehat.

Anak-anak di masa pertumbuhan memerlukan besi lebih banyak untuk perkembangan jaringan. Sedangkan, wanita memerlukan lebih banyak besi dari pria untuk mengganti kehilangan darah ketika menstruasi. Laki-laki dewasa menyimpan 1000 mg besi sedangkan wanita hanya 300 mg di jaringan tubuhnya menjelang
menopause.

Walhasil, kekuatan dan manfaat besi bukan hanya untuk senjata dan peperangan, tetapi merupakan kekuatan mendasar yang mutlak ada di dalam tubuh manusia sejak janin. Mahabenar Allah dalam segala firman-Nya. Shadaqallahul’adzim. (Ir. H. Bambang Pranggono MBA)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Antara Besi dan Darah Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail