Latest News
Jumat, 18 Desember 2015

Ajaibnya Hafalan Para Ulama Terdahulu

Ajaibnya Hafalan Para Ulama

Bila kita membuka lembaran kisah ajaib perjalanan hidup para ulama salaf terdahulu, akan kita dapatkan banyak sekali pelajaran dan hikmah yang sangat berharga dari kehidupan mereka. Perjuangan, pengorbanan, penderitaan, cita – cita,  harapan, dan doa, semuanya itu seakan mewarnai perjalanan hidup mereka yang sangat berharga bagi kita, bahkan bisa kita katakan " ajaib ", karena sangat jarang dan mungkin tidak kita temukan di zaman sekarang ini.

" Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal " ( Yusuf : 111 )

Diantara lembaran – lembaran ajaib kehidupan  mereka, kisah dalam menuntut ilmu adalah yang paling sarat akan hikmah dan pelajaran, terutama bagi para thullabul ilmi.

Dalam postingan kali ini, kami akan membawakan sedikit diantara kisah – kisah ajaib dan aneh mereka dalam menuntut ilmu, yang lebih kami khususkan dalam sebuah pembahasan " antara ulama dan hafalan ", bagaimana kuatnya, cepat, dan banyaknya hafalan para ulama salaf. Yang semoga dapat menambah semangat kita dalam menuntut ilmu dan menambah kebanggaan sebagai umat islam yang memiliki figur dan teladan seperti mereka.

Mengapa Engkau Tidak Menulis

Muhammad bin Abi Hatim berkata ( aku mendengar Hasyid bin Ismail dan seorang lagi berkata : dahulu ketika menuntut ilmu dari ulama Bashrah, Abu Abdillah Al Bukhari berbeda dengan kami, ia masih belia dan juga tidak menulis. Hingga kurun waktu yang lama ia dalam keadaan seperti itu. Maka kami berkata kepadanya " sesungguhnya engkau tidaklah seperti kami bahkan engkau juga tidak menulis lalu apa yang engkau lakukan ? ". suatu hari – enam belas hari kemudian – ia pun berkata " sungguh kalian telah banyak membicarakanku dan sangat memaksaku, tunjukkan padaku apa yang telah kalian tulis ". Maka kami menunjukkan apa yang kami miliki kepadanya, ia malah menambahkan lima belas ribu hadits, kemudian membaca semuanya hanya dengan hafalan, sehingga kami pun membetulkan tulisan – tulisan kami dari hafalannya. Setelah itu ia berkata " apakah kalian mengira aku menyelisihi kalian dan membuang – buang waktuku ? ", maka kami pun tahu bahwa tidak ada seorangpun yang melebihinya ) lihat Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 281 ) dan Al Bidayah wa An Nihayah ( 14 / 14 )



Aku Hafal Apapun Yang Aku Dengar

Qatadah bin Da'amah As Sadusy berkata ( aku tidak pernah berkata kepada seorangpun dari rawi hadits : "ulangilah haditsmu ", dan tidaklah telingaku mendengarkan sesuatu kecuali telah menetap dalam hatiku ) lihat Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 123 ) dan Siyar A'laam Nubalaa ( 5 / 276 )
Aku Menutup Telinga Takut Terhafal Olehku

Abu Zur'ah  Ar Rozy berkata ( tidaklah telingaku mendengarkan ilmu kecuali telah dihafal oleh hatiku, dan sungguh ketika aku berjalan di pasar Baghdad, lalu aku mendengar suara biduan – biduan wanita penyanyi dari bilik – bilik kamar, aku pun menutup telinga dengan jariku takut bila dihafal oleh hatiku ) lihat Tarikh Baghdad (10 / 333 )

Hal demikian juga dilakukan oleh Sufyan As Tsauri, beliau berkata ( tidak ada yang terdengar oleh telingaku kecuali aku hafal, sampai – sampai ucapan seorang pendusta aku menutup telinga takut terhafal olehku ) lihat Al Hastsu Ala Hifdzil Ilmi : 39

Begitu Kuat Hafalannya

Abu Dawud Al Khaffaf Berkata ( Ishaq bin Rawhawaih menuliskan kami sebelas ribu hadits dari hafalannya, kemudian ia menbaca semua tanpa ada lebih atau kurang sehurufpun ) lihat Al Hadaiq Ibnu Al Jauzi ( 1 / 25 )

Abdullah bin Thahir berkata kepada Ishaq bin Rahawaih ( aku diberitahu bahwa engkau hafal seratus ribu hadits ? "  ia berkata " aku tidak tahu apa itu ? akan tetapi tidaklah aku mendengar sesuatu kecuali aku hafal, dan tidaklah aku hafal sesuatu kemudian aku lupa ) Tarikh Baghdad ( 6 / 354 )

Seakan Aku Melihat Kitab

Ishaq bin Rahawaih berkata ( dahulu tidaklah aku menulis sesuatu kecuali telah aku hafal, dan sungguh sekarang aku seakan melihat tujuh puluh ribu hadits lebih di dalam kitabku ) Al Jami' Li Akhlaqir Rawi Wa Adabis Sami' ( 2 / 253 )

Suatu kali syaikh Abdul Aziz bin Baz meminta untuk dibawakan Kitabul Iman milik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka tatkala telah dibawakan, beliau berkata " bukakan halaman sekian – beliau menentukan nomor halamannya – kemudian beliau berkata " tolong bacakan baris ke enam belas…….. tolong bacakan footnote " setelah itu beliau berkata " Kitab Al Iman terakhir kali aku baca empat puluh tahun yang lalu " lalu beliau menyebutkan siapa yang membacakan kepada beliau. Lihat Imam Ibnu Baz Durus Wa Mawaqif Wa Ibar : 27 – 28

Bapaknya Sangat Panik Tatkala Ia Sakit
Diriwayatkan bahwa Abu Bakr Al Anbary telah hafal seratus dua puluh ribu tafsir Al Qur'an beserta sanadnya. Suatu ketika ia sakit sehingga bapaknya sangat panik seraya berkata " bagaimana aku tidak panik mengkhawatirkan anak yang hafal bertumpuk – tumpuk peti kitab ) lihat Al Hastsu Ala Hifdzil Ilmi : 58

Hafal Ratusan Hadits Dalam Satu majlis

Husyaim bin Basyir pernah ditanya " berapa banyak hafalanmu wahai Abu Muawiyah ? ", ia mnejawab " dalam satu majlis aku bisa hafal 100 hadits, jika engkau tanyakan kepadaku sebulan kemudian pasti bisa aku jawab "  lihat  Al Kamil Ibnu Ady ( 1 / 95 )
Waki' juga berkata ( tidak ada seorangpun dari sahabat kami yang lebih hafal hadits darinya – yaitu Yahya bin Yaman – , dia bisa menghafal lima ratus hadits dalam satu kali majlis ) lihat Tahdzibul Kamal ( 32 / 58 ) dan Al kasyif ( 3 / 273 )
Bagai Hafal Qul Huwallahu Ahad

Abu Zur'ah Ar Razy berkata ( aku hafal dua ratus ribu hadits sebagaimana orang hafal qul huwallahu ahad, dan bila aku murajaah, hafalanku tiga ratus ribu hadits ) Al Hadaiq Ibnul Jauzi ( 1 / 26 )

Beliau hafal Satu Juta hadits

Abu Zur'ah Ar Rozy berkata ( Ahmad bin Hanbal hafal satu juta hadits ) Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 318 )

Muhammad bin Ismail Al Bukhari ( Aku hafal seratus ribu hadits shahih, dan dua ratus ribu hadits tidak shahih ) Siyar A'laam Nubalaa ( 12 / 415 )

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ajaibnya Hafalan Para Ulama Terdahulu Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Ismail